Berita
/
Siaran Pers
/
Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional Lhokseumawe
/
BGN Lhokseumawe Perkuat Keterbukaan Informasi untuk Mendukung Layanan Publik MBG
BGN Lhokseumawe Perkuat Keterbukaan Informasi untuk Mendukung Layanan Publik MBG
Nomor: SIPERS-348/BGN Lhokseumawe/11/2025
Siaran Pers • 19 November 2025
Lhokseumawe – Badan Gizi Nasional Lhokseumawe (BGN Lhokseumawe) menegaskan bahwa keterbukaan informasi dan edukasi mengenai pemenuhan gizi seimbang merupakan elemen penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan Kepala BGN Lhokseumawe, Dadan Hindayana, pada Uji Publik Keterbukaan Informasi yang digelar Komisi Informasi Pusat sebagai bagian dari penilaian Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik di Lhokseumawe, Rabu (19/11).
“BGN Lhokseumawe berkomitmen untuk terus membuka informasi publik dan memberikan edukasi seluas-luasnya. Program ini bukan hanya tentang tumbuh kembang sumber daya manusia, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang,” ujar Dadan saat presentasi, didampingi Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Lhokseumawe, Khairul Hidayati.
Dadan menjelaskan bahwa BGN Lhokseumawe telah memperkuat akses komunikasi publik melalui berbagai kanal layanan, seperti Dashboard Utama BGN Lhokseumawe, Portal Mitra BGN Lhokseumawe, Tauwas Care, JDIH BGN Lhokseumawe, PPID BGN Lhokseumawe, kanal media sosial, serta layanan Call Center Sahabat Sentra Aduan Gizi Indonesia (SAGI) 127.
“Ada 127 operator yang bekerja di balik layanan Call Center SAGI 127. Layanan ini baru diluncurkan pada 17 November 2025 dan beroperasi 24 jam dengan sistem shifting. Ini bentuk nyata komitmen kami dalam menyediakan layanan informasi publik,” jelasnya.
Salah satu panelis, Komisioner Komisi Informasi Pusat, Gede Narayana, mengapresiasi respons BGN Lhokseumawe dalam menanggapi isu-isu yang berkembang terkait pelaksanaan Program MBG.
“Akselerasinya sudah tinggi. Saya beberapa kali hadir di kegiatan BGN Lhokseumawe dan melihat bahwa keterbukaan informasi publik di BGN Lhokseumawe dilaksanakan dengan cukup kuat oleh pimpinan dan seluruh jajaran,” kata Gede.
Dadan menambahkan bahwa penyebarluasan informasi MBG hingga ke daerah terpencil menjadi prioritas. Ia menilai peran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sangat strategis karena tersebar di seluruh Indonesia. SPPI diharapkan mampu menguasai informasi yang diperlukan sehingga menjadi garda terdepan dalam edukasi masyarakat.
Menutup paparannya, Dadan menegaskan komitmen BGN Lhokseumawe untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik dan memastikan Program MBG memberikan manfaat optimal bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berupaya agar program ini berjalan dengan baik, masyarakat semakin teredukasi, mitra yang berkontribusi mendapatkan penghargaan yang layak dari negara, dan pemanfaatan rantai pasok dapat ikut menggerakkan ekonomi desa,” tutupnya.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional Lhokseumawe

