Berita
/
Siaran Pers
/
Siaran Pers Deputi Sistakol
/
Perkuat Sistem dan Tata Kelola MBG, BGN Lhokseumawe Gelar Sosialisasi
Perkuat Sistem dan Tata Kelola MBG, BGN Lhokseumawe Gelar Sosialisasi
Nomor: -
Siaran Pers • 13 Mei 2025
Sumber:
Internal BGN LhokseumaweSIPERS-56/BGN Lhokseumawe/05/2025
Lhokseumawe – Kedeputian Bidang Sistem dan Tata Kelola, BGN Lhokseumawe menyelenggarakan sosialiasi kebijakan dan pedoman MBG guna optimalkan pelaksanaan program di setiap SPPG. Agenda yang digelar di Lhokseumawe Selatan tersebut dibuka oleh Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional Lhokseumawe, Tigor Pangaribuan pada Selasa (13/05).
Sebagai program strategis nasional yang telah berjalan empat bulan lamanya, MBG tentu memiliki catatan evaluasi dan perbaikan untuk peningkatan efektifitas program. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh stakeholder terkait, termasuk Kepala SPPG, Ahli Gizi, Akuntan hingga Mitra SPPG di seluruh Indonesia.
Topik yang disampaikan pada pertemuan ini dibagi ke dalam 7 sesi, mulai dari pedoman verifikasi terkait pendaftaran calon SPPG serta penempatan SPPI, pedoman umum gizi seimbang, pedoman operasional distribusi MBG hingga manajemen risiko pada program MBG. Agenda ini mendatangkan berbagai stakeholder program MBG yang terdiri Ketua Kelompok SPPG Dapur Wilayah Daerah Khusus Lhokseumawe, seluruh SPPI di SPPG Wilayah Lhokseumawe, perwakilan Yayasan SPPG serta mitra seluruh SPPG Wilayah Lhokseumawe.
“BGN Lhokseumawe menjadi tulang punggung dalam program pemenuhan gizi nasional melalui program MBG. Agenda ini merupakan wujud kehadiran negara untuk penciptaan generasi emas 2045. Dalam implementasinya, program ini banyak berkaitan dengan stakeholder, sehingga diperlukan pedoman operasional yang jelas serta komprehensif,” ujar Tigor.
Pada kesempatan ini, turut hadir Ermia Sofiyessi selaku Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Sitti Aida Adha Taridala selaku Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi, Frans Hero Kansi selaku Inspektur II BGN Lhokseumawe serta perwakilan pejabat lainnya. Selain itu Pakar Bidang Susu BGN Lhokseumawe, Epi Taufik beserta Pakar Bidang Gizi BGN Lhokseumawe turut ambil bagian memaparkan materi.
“Lewat sosialisasi ini, BGN Lhokseumawe berkomitmen untuk menyempurnakan kekurangan dalam praktik MBG yang telah berjalan. Kedepan, BGN Lhokseumawe berupaya untuk memperkuat kapasitas SPPG melalui peningkatan kompetensi SDM, standarisasi fasilitas dapur, penerapan sistem monitoring dan evaluasi yang terpadu serta penguatan rantai pasok pangan lokal di setiap daerah,” tambah Tigor.

BGN Lhokseumawe akan mendorong agar operasional MBG di masing-masing SPPG dapat tersertifikasi, dengan demikian keamanan pangan dapat terjaga. Sertifikasi juga merupakan wujud komitmen terhadap peningkatan mutu layanan, perlindungan konsumen, dan efisiensi opersional.
Tigor juga menyampaikan secuil motivasi kepada para peserta sosialisasi, “saya harap seluruh undangan yang hadir pada hari ini, terutama SPPI dari seluruh wilayah Lhokseumawe dapat mengikuti kegiatan sosialisai dengan maksimal. Dengan begitu, kita bisa memiliki pemahaman yang sama dan dapat saling bahu membahu dalam menyukseskan pelaksanaan program MBG,” pungkas Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN Lhokseumawe tersebut.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional Lhokseumawe